Wow! Ada 2 Jenis Oli Transmisi Toyota Calya Yang Bisa Dijadikan Pilihan

06/07/2018

Calya merupakan Mobil MPV besutan Toyota yang merupakan pabrikan otomotif dari Jepang. Mobil ini masuk dalam kendaraan ramah lingkungan dan irit bahan bakar LCGC. Kendaraan 7 penumpang ini juga merupakan salah satu Mobil yang diberikan opsi transmisi otomatis. Dalam hal ini tentunya membutuhkan perawatan seperti melakukan pergantian oli transmisi Toyota Calya secara berkala.

Dalam melakukan pergantian oli transmisi Toyota Calya bisa dilakukan dalam interval servis pada 40.000 kilometer dan juga 80.000 kilometer. Lantas berapa yang dibutuhkan dalam mengganti oli transmisi? untuk total yang dibutuhkan adalah 3 sampai 4 liter.

Apabila berniat mengganti oli transmisi Toyota Calya di bengkel resmi maka nantinya akan terdapat 2 pilihan oli transmisi yang ditawarkan dari Toyota Motor Oil (TMO).

Seperti yang dikatakan oleh Zainul arif yang merupakan Formen Tunas Toyota Pasar Minggu kepada salah satu media ternama. "Oli transmisi otomatis untuk Toyota Calya itu ada 2 jenis, yaitu ATF T-IV dan ATF Dexron III, selain tipe ini untuk tidak bisa," ucapnya.

Gambar ini menunjukkan Mobil Toyota Calya warna merah tampak depan

Toyota Calya Mobil MPV ramah lingkungan dan irit BBM

Lantas apa yang membedakan kedua oli transmisi tersebut?

Dari pihak Zainul Arif menjelaskan, bahwasanya dalam perbedaan kedua tipe oli tersebut diperuntukkan pada transmisi otomatis konvensional atau dengan torque converter dari viskositas ataupun kekentalannya. Jadi dengan adanya 2 jenis oli yang ditawarkan tentunya membuat pemilik Mobil bisa mendapatkan pilihan mana yang lebih sesuai pada kendaraan.

Jika dilihat dari viskositasnya, maka oli ATF Dexron III memiliki kekentalan yang lebih dibandingkan dengan oli ATF T-IV.

>>> Baca juga, Daftar Harga Toyota Calya Terupdate dan spesifikasi lengkap

"Selain itu, oli ATF T-IV itu lebih panjang usia pakainya dan penggantian intervalnya," lanjut Zainul.

Nah bagi pemilik Mobil juga harus memperhatikan waktu pergantiannya, apabila menggunakan oli ATF T-IV maka untuk melakukan pergantian oli transmisi Toyota Calya bisa dilakukan per 80.000 kilometer. Sedangkan bagi Toyota Calya yang menggunakan oli transmisi tipe ATF Dexron III maka dapat dilakukan setiap jarak tempuh mencapai 40.000 kilometer.

Sedangkan dilihat dari segi harga tidak terlalu terpaut jauh. Untuk harga oli ATF T-IV berada di kisaran Rp. 347.000 dan untuk Dexron III berada di kisaran Rp. 384.000 (4 liter).

Oli sendiri mempunyai tugas untuk melumasi tiap komponen pada mesin. Apabila tidak ada oli atau oli tidak bekerja dengan baik, maka bisa berakibat hal yang tidak diinginkan seperti terjadi kerusakan pada komponen.

gambar ini menunjukkan beberapa oli Mobil produk Toyota dengan berbagai jenis

Pergantian oli mesin harus dilakukan secara berkala untuk menjaga performa Mobil tetap maksimal

Dalam melakukan pergantian oli transmisi Toyota calya terdapat interval tersendiri, seperti yang telah disebutkan di atas dengan  2 jenis oli yang berbeda.

>>> Baca juga, Segmen Mobil Murah Masih Dikuasi Toyota Calya yang diulas oleh cintamobil.com

"Kalau oli transmisi otomatis tidak pernah diganti atau selalu telat menggantinya, maka akan timbul masalah," ucap Zainul Arif.

Jadi resiko terjadinya selip juga bisa terjadi apabila oli tidak bekerja dengan semestinya.

"Transmisi otomatis yang selip merupakan masalah yang bisa terjadi akibat tidak digantinya oli transmisi otomatis," lanjut Zainul.

Sama halnya dengan oli transmisi Toyota Calya yang harus dilakukan pergantian secara berkala supaya tidak terjadi selip pada transmisi. Untuk mengujinya apakah selip atau tidak bisa dilakukan dengan melintasi jalanan yang menanjak.

>>> Mungkin tertarik, Cara Mengatasi Remote Toyota Calya Yang Tidak berfungsi

Apabila kondisinya masih normal maka tidak akan ada selip pada transmisi, akan tetapi jika dirasa putaran tidak selaras dengan penambahan kecepatan yang dilakukan, maka hal tersebut merupakan tanda bahwa transmisi Calya telah selip. Pada hal ini juga kadang timbul masalh lain seperti adanya bunyi kasar dan muncul hentakan ketika melakukan perpindahan gigi.

Gambar ini menunjukkan oli Mobil dengan merek TMO dari Toyota dengan jenis T IV untuk transmisi otomatis

Oli ATF Dexron III memiliki kekentalan yang lebih dibandingkan dengan oli ATF T-IV

“Biasanya kalau transmisi mobil kasar dan menghentak bisa karena torque converter yang sudah rusak,” tambahnya lagi.

Apabila oli transmisi Toyota Calya tidak diganti maka lama-kelamaan akan kotor, sehingga bisa berakibat saringan tersumbat serta mengganggu sirkulasi oli. Oleh sebab itu sangat disarankan untuk mengganti oli transmisi secara berkala sesuai rekomendasi pihak pabrikan.

>>> Berniat membeli Mobil, Dapatkan harga bagus di Cintamobil.com

Abdul
 
Berita sama topik

Mungkin Anda ingin baca

  • Hindari Hal Ini Saat Membersihkan Spion Mobil

    Hindari Hal Ini Saat Membersihkan Spion Mobil

    Abdul

    Mobil adalah salah satu tunggangan yang nyaman untuk menempuh perjalanan baik dekat ataupun jauh. Disamping hal tersebut merawat setiap bagian dan komponen Mobil sangatlah diperlukan. Salah satunya adalah dengan membersihkan spion Mobil.

  • Waspada! Mengemudi Mobil Di Jalan Yang Sempit Tidak Boleh Ugal-Ugalan

    Waspada! Mengemudi Mobil Di Jalan Yang Sempit Tidak Boleh Ugal-Ugalan

    Abdul

    Berkendara menggunakan Mobil tidak hanya berada di jalan raya saja, akan tetapi kadang kita menemui jalanan yang sempit di pedesaan. Mengemudi Mobil di jalan yang sempit justru membutuhkan kewaspadaaan yang lebih. Apalagi harus bertemu dengan pengendara lain, sepeda motor dan pejalan kaki.

  • Ingat! Ini Alasan Harus Servis Secara Berkala Pada Mobil Toyota

    Ingat! Ini Alasan Harus Servis Secara Berkala Pada Mobil Toyota

    Abdul

    Mobil merupakan salah satu barang yang bisa dijadikan kebutuhan. Harganya juga terbilang cukup mahal, sehingga saat tidak dilakukan perawatan akan sangat disayangkan. Tidak hanya itu, Mobil juga mempunyai nilai jual yang baik saat dilakukan servis secara berkala.