Kupas Tuntas Sistem Rem Hidraulik

10/06/2022

Perangkat ini menjadi salah satu sistem keselamatan yang paling penting bagi semua kendaraan bermotor. Pahami seluk beluknya demi keselamatan dalam setiap perjalanan

Setiap kendaraan bermotor memiliki sistem rem dan umumnya mengandalkan sistem rem hidraulik yang menggunakan tekanan fluida (minyak rem) untuk mengoperasikan kampas rem (brake pads) pada rem depan dan sepatu rem (brake shoe) pada rem belakang. Ketika pengemudi kendaraan bermotor mengoperasikan pedal rem, maka fluida  dalam sistem rem akan mendorong brake shoe dan brake pads sehingga menekan brake drum (tromol) dan brake rotor (cakram). Terjadilah  deselerasi laju kendaraan sesuai dengan kebutuhan.


Saat ini sistem rem hidraulik diterapkan secara meluas pada kendaraan bermotor seperti kendaraan penumpang, sepeda motor hingga bus dan truk dengan kategori berat 5-10 ton (truk kelas ringan dan menengah). Secara teknis, sistem rem hidraulik memiliki sistem kerja yang tergolong sederhana dan perawatannya relatif mudah. 

Sistem rem hidraulik yang digunakan pada kendaraan bermotor

Sistem rem hidraulik yang digunakan pada kendaraan bermotor

 

Komponen Sistem Rem Hidraulik

Secara umum, komponen rem hidraulik pada kendaraan bermotor memiliki rangkaian komponen sebagai berikut dimulai dari bagian depan. Boleh disebut rem cakram sudah menjadi perangkat  standar mendasar sebagai rem depan kendaraan bermotor karena respons lebih cepat, relatif mudah dirawat dan kinerja stabil dalam kondisi kerja ekstrem. Secara mendasar, rem depan model cakram terdiri atas dua komponen utama berupa cakram (rotor) dan kaliper.   

  • Cakram (rotor)

Berbentuk piringan dengan garis tengah dan ketebalan tertentu. Perangkat ini terbuat dari logam (baja atau besi cor) atau keramik karbon. Cara kerjanya, cakram dijepit oleh brake pads dan gesekan yang terjadi antara kedua komponen tersebut menyebabkan deselerasi laju kendaraan. Ada beberapa jenis cakram seperti solid, cakram ventilasi, cross drilled, grooved.

Rem cakram banyak diterapkan pada rem depan kendaraan bermotor

Rem cakram banyak diterapkan pada rem depan kendaraan bermotor

  • Brake pads

Tampilannya menyerupai tapak tangan berukuran kecil dan terbuat dari bahan khusus yang tahan suhu tinggi (hingga ratusan derajat C) saat melakukan friksi gesekan dengan cakram. Awalnya, brake pads terbuat dari bahan yang mengandung asbestos. Namun kemudian bahan asbestos diganti dengan bahan non asbestos karena alasan kesehatan. 

Brake pads untuk rem cakram, terbuat dari bahan non asbestos dan tahan suhu tinggi

Brake pads untuk rem cakram, terbuat dari bahan non asbestos dan tahan suhu tinggi

  • Kaliper

Berbentuk mirip kepalan tangan yang sedang menjepit. Komponen kaliper memiliki brake pads pada kedua sisinya untuk menjepit rotor rem dan melakukan deselerasi. Secara umum, kaliper terbagi menjadi floating dan fixed. Untuk kaliper jenis floating umumnya mempunyai satu piston dan bergerak ke arah dalam saat bekerja. Sedangkan kaliper jenis fixed dilengkapi piston  yang berjumlah genap dan terpasang pada sisi kiri dan kanan. Kaliper jenis floating banyak digunakan karena sistemnya sederhana dan biaya produksinya murah. Pada sisi lain, kaliper jenis fixed umumnya dipakai pada kendaraan dengan performa tinggi. 

Kaliper rem dilengkapi brake pads untuk menjepit rem cakram

Kaliper rem dilengkapi brake pads untuk menjepit rem cakram 

  • Booster

Pada umumnya, tenaga kaki pengemudi tidak cukup kuat saat menekan pedal rem untuk mengurangi laju kendaraan. Solusinya, digunakan brake booster  untuk meningkatkan kekuatan tekanan hidraulik pada perangkat rem di semua roda. Selanjutnya booster dilengkapi dengan vakum agar tekanan pedal rem terasa ringan namun tetap mantap. Umumnya, booster rem digabungkan dengan master rem walau ada juga yang dibuat terpisah.     

Brake booster meringankan injakan pedal rem dan meningkatkan kekuatan pengereman

Brake booster meringankan injakan pedal rem dan meningkatkan kekuatan pengereman

  • Brake Master Cylinder 

Perangkat ini mengubah kekuatan injakan kaki kanan pengemudi pada pedal rem menjadi tekanan hidraulik. Secara teknis, master silinder rem  terdiri atas tabung penyimpan fluida rem, piston, dan silinder yang menghasilkan tekanan hidraulik. Master silinder mempunyai satu atau dua tabung penampung fluida rem (model tandem) sebagai langkah preventif jika salah satu tabung mengalami masalah seperti mampet atau rusak   

Brake master cylinder dengan tabung fluida rem model tunggal

Brake master cylinder dengan tabung fluida rem model tunggal

  • Pedal rem

Perangkat ini ditekan oleh kekuatan kaki kanan pengemudi dan gerakan tadi akan mendorong tekanan hidraulik menuju semua roda sehingga laju kendaraan melambat.  Pedal rem dilengkapi per pembalik agar kembali ke posisi semula usai tidak lagi ditekan oleh kaki pengemudi. Selain itu,  pedal rem memiliki  jarak main bebas dengan ukuran tertentu agar pengoperasiannya tidak menyentak karena terlalu pakem dan sensitif. Pada mobil dengan transmisi otomatis, pedal rem diposisikan agak ke tengah dan lebar agar bisa dioperasikan oleh kaki kiri pengemudi.

Pedal rem mengubah kekuatan injakan kaki kanan pengemudi untuk mendorong fluida rem

Pedal rem mengubah kekuatan injakan kaki kanan pengemudi untuk mendorong fluida rem 

  • Proportioning Valve (katup P)

Katup proporsional (katup P) berada di antara jalur pipa rem untuk rem depan dan belakang. Perangkat ini bertugas mengatur kekuatan pengereman antara roda depan dan belakang sesuai dengan kondisi kendaraan. Pengaturan kekuatan pengereman yang tepat akan mencegah rem roda terkunci sebelum waktunya ketika terjadi pengereman panik atau darurat.

  • Flexible Hose (Selang Flexible)

Selang fleksibel adalah selang rem yang menyalurkan fluida rem menuju rem depan dan belakang. Disebut selang fleksibel karena mampu bergerak bebas sesuai dengan pergerakan sistem suspensi dan kemudi. Bahan karet menjadi pilihan utama sebagai selang fleksibel, namun kini sudah banyak digantikan oleh selang baja. Sebab, banyak ditemukan keretakan (getas) pada selang fleksibel yang terbuat dari bahan karet.

Dulu selang fleksibel terbuat dari bahan karet. Kini banyak digantikan oleh bahan baja

Dulu selang fleksibel terbuat dari bahan karet. Kini banyak digantikan oleh bahan baja

  • Rem Tromol

Rem tromol (brake drum) menerapkan metode  gesekan antara sepatu rem (brake shoe) dan tromol yang berputar saat roda berputar. Sepatu rem memiliki koefisien gesek yang tinggi sehingga menghasilkan daya gesekan yang maksimal untuk memperlambat laju kendaraan. Biasanya rem tromol digunakan sebagai rem belakang karena alasan biaya produksi lebih murah. Namun kini banyak mobil yang memakai rem belakang model cakram. 

Rem tromol banyak digunakan sebagai rem belakang kendaraan bermotor

Rem tromol banyak digunakan sebagai rem belakang kendaraan bermotor

  • Rem Tangan

Rem tangan   mengaktifkan rem belakang untuk menahan posisi kendaraan saat berhenti atau berada di jalan tanjakan atau jalan turunan agar tidak menggelinding. Generasi awal rem tangan memakai kabel untuk mengaktifkan rem belakang. Sekarang, rem tangan sudah menerapkan teknologi elektronik (e-brake) dengan tombol ungkit-tekan sebagai pengganti tuas. Sedangkan  motor listrik bertugas untuk mengaktifkan rem belakang.

Rem tangan menahan posisi kendaraan saat berhenti di jalan datar,  di tanjakan dan turunan

Rem tangan menahan posisi kendaraan saat berhenti di jalan datar,  di tanjakan dan turunan 

  • Fluida Rem

Fluida (minyak) rem meneruskan gerakan pedal rem untuk mendorong kampas rem (brake pads dan brake shoe) sehingga terjadi gesekan yang menurunkan  laju kendaraan. Fluida rem memiliki spesifikasi DOT mulai DOT3, DOT4, DOT5.  Agar bisa bekerja optimal, tidak boleh ada udara  dalam sistem rem karena bisa menyebabkan rem blong. Itu sebabnya, prosedur “buang angin” dalam sistem rem hidraulik menjadi salah satu item perawatan yang bersifat wajib.

Heradiranto
 

Mungkin Anda ingin baca

International